Ketua MPH GPM Dorong Penguatan Pendidikan dan Digitalisasi Aset Gereja di Daerah Terpencil Melalui Pleno Komisi

Admin Utama, Berita654 Dilihat

arumbae.com -Ambon, Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode (GPM), Pdt Elifas Maspaitella, menyampaikan pentingnya penguatan pendidikan dan digitalisasi aset gereja sebagai bagian dari strategi pelayanan GPM lima tahun ke depan. Hal itu di tegaskan dalam Rapat Pleno Komisi Program yang dipimpin Ketua Komisi Program, Pdt Rinto Muskita, di Gereja Maranatha Ambon, Kamis (23/10/2025).

menyoroti pentingnya kolaborasi antara GPM dan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) untuk memastikan tenaga pendidik dapat didefinitifkan sebagai guru yayasan. Ia juga meminta perhatian khusus terhadap klasis-klasis dengan keterbatasan sumber daya, seperti Klasis Taliabu yang masih menghadapi rendahnya tingkat pendidikan.

“Kita melakukan terapi yang belum terlalu memadai terhadap klasis Taliabu. Karena realitas rendahnya tingkat pendidikan di sana, gereja perlu hadir untuk memberi intervensi,” ujar Pdt Elifas.

Menurutnya, keterbatasan pendidikan tidak hanya berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia, tetapi juga berdampak luas pada aspek ekonomi dan sosial masyarakat. Ia mengapresiasi para pendidik di Klasis Taliabu yang telah berinovasi melalui program literasi jemaat, seperti mengajar warga gereja membaca dan menulis.

“Ia menegaskan agar Program-program seperti ini perlu mendapat dukungan agar kapasitas klasis dapat meningkat. Kita harus berjalan bersama, bertumbuh bersama, dan berkembang bersama,” lanjutnya.

Selain itu  fokus pada bidang pendidikan, Pdt Elifas juga menekankan pentingnya penataan regulasi gerejawi melalui penyusunan Peraturan Pelaksanaan Ketetapan dan Peraturan Pelaksanaan Ketentuan, agar memiliki kekuatan hukum yang jelas dan setara dengan hukum positif.

Ia menjelaskan, skema anggaran GPM saat ini telah disesuaikan dengan kenaikan harga dan biaya operasional, serta dilakukan rasionalisasi agar penggunaan dana lebih efisien.

“Program yang berkaitan dengan aset kini tidak lagi dibebankan ke APB murni, tetapi dibiayai dari dana aset,” jelasnya.

GPM juga tengah melaksanakan digitalisasi aset dan arsip gereja. Langkah ini dilakukan agar seluruh aset dapat terdokumentasi dan diakses dengan baik, terutama arsip yang memiliki nilai historis dan hukum tinggi.

“Kita sudah melakukan digitasi aset dan arsip. Semua arsip bernilai historis maupun hukum tinggi akan langsung diarsipkan secara digital agar terawat dan tersimpan dengan baik,” ungkapnya.

Untuk mendukung program tersebut, GPM menyiapkan pembiayaan khusus dan merekrut staf yang sedang menempuh studi arsipologi, bahkan tengah diupayakan memperoleh beasiswa LPDP.

“Kita doakan bersama agar staf tersebut bisa mendapat beasiswa LPDP sehingga proses studi dan pengembangan arsip gereja bisa berlanjut,” tambahnya.

Rapat Komisi Program kemudian ditutup dengan apresiasi dari Pdt Elifas kepada seluruh peserta yang telah memberikan masukan dan dukungan terhadap perbaikan program pelayanan GPM di masa mendatang. ( Ade 01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *