arumbae.com Ambon – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMP Negeri 10 Ambon memasuki hari kedua dengan melibatkan sebanyak 142 peserta didik baru. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan mengacu pada ketentuan Kemendikdasmen Nomor 12 dan Nomor 198 Tahun 2026 tentang pelaksanaan dan materi MPLS Ramah.Ambon, (14/07/ 2026)
Ketua Panitia MPLS, Lydia Ampowa, S.Pd.K., mengatakan seluruh panitia berkomitmen menjalankan kegiatan sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Materi yang diberikan tidak hanya mengacu pada pedoman resmi, tetapi juga diperkaya dengan beberapa materi pilihan yang dinilai relevan untuk mendukung pembentukan karakter dan perkembangan peserta didik.
“Sebagai panitia, kami hanya melaksanakan apa yang telah menjadi ketentuan dari pemerintah. Semua materi dan aturan yang boleh maupun yang tidak boleh dilaksanakan sudah tertuang dalam pedoman Kemendikdasmen,” ujarnya.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para siswa mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang dipandu oleh lima fasilitator dari luar sekolah sesuai bidang keahlian masing-masing, serta guru-guru SMP Negeri 10 Ambon. Menurut Lydia, antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam setiap sesi yang berlangsung.
Selain materi di dalam kelas, sekolah juga menyiapkan kegiatan yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Pada Kamis mendatang, peserta MPLS dijadwalkan mengikuti aksi penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu Kepalah sekolah wineke Tuhumury Kepalah Sekolah SMP 10 berharap orang tua terus menjadi mitra strategis sekolah dalam mendampingi proses pendidikan anak.
“Kami berharap orang tua tetap semangat mendampingi anak-anak dan terus bekerja sama dengan pihak sekolah. Pendidikan yang baik lahir dari kolaborasi antara keluarga dan sekolah demi masa depan anak-anak yang lebih cemerlang,” katanya.
Sementara itu, pihak sekolah juga mengapresiasi pelaksanaan program pemerintah Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GANAS) pada hari pertama masuk sekolah. Program tersebut mendapat respons positif dari para orang tua, ditandai dengan banyaknya ayah yang hadir mengantar anak mereka ke sekolah.ujar Tuhumury
Menurut kepalah sekolah, kehadiran para ayah menjadi bukti bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya berada di pundak ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama kedua orang tua.
Sekolah berharap keterlibatan ayah tidak berhenti pada hari pertama sekolah saja, melainkan terus berlanjut dalam mendampingi proses belajar anak di rumah maupun di sekolah.
“Dengan kolaborasi yang baik antara orang tua dan sekolah, kami optimistis peserta didik akan berkembang menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tutup kepsek.(ade.01)















