ARB.COM, – Gedung kediaman Wali Kota Ambon di Karang Panjang dipenuhi suasana syukur dan kekhidmatan pada Sabtu, 25 April 2026. Persekutuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) merayakan HUT ke-80 tahun dengan sebuah ibadah syukur yang dihadiri langsung Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dan Ketua TP PKK Kota Ambon Ny. Lisa Wattimena.
Perayaan bertajuk _“25 April 1946 – 25 April 2026”_ ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang PWKI sebagai organisasi perempuan Kristen interdenominasi yang konsisten memberdayakan perempuan Indonesia selama delapan dekade.
Delapan Dekade Mengabdi untuk Perempuan dan Bangsa
PWKI didirikan pada 25 April 1946, di tengah masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Sejak awal, organisasi ini mengambil peran sebagai wadah persekutuan perempuan Kristen lintas denominasi yang tidak terikat pada satu gereja tertentu.
Selama 80 tahun, PWKI bergerak di bidang sosial, edukatif, budaya, serta aktif menunjang pembangunan nasional dan perlindungan hak-hak perempuan. Melalui program-programnya, PWKI menjangkau basis akar rumput, mendampingi keluarga, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan manusia.
Ketua Panitia HUT ke-80 PWKI Kota Ambon dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan ini diikuti perwakilan PWKI dari seluruh jemaat di Kota Ambon. Rangkaian kegiatan meliputi ibadah syukur, doa bersama, pemotongan tumpeng, dan penyerahan santunan kepada kaum rentan.
“Delapan puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. PWKI telah melewati berbagai zaman dan tantangan, namun tetap berdiri teguh sebagai persekutuan perempuan yang melayani dengan kasih,” ujarnya.
Wali Kota Ambon: Perempuan Kuat, Keluarga Kuat, Kota Kuat
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan apresiasi atas peran strategis PWKI dalam pembangunan Kota Ambon. Ia menyebut perempuan Kristen melalui PWKI telah menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan kepedulian sosial.
“PWKI lahir di tahun 1946, saat bangsa ini baru merdeka. Sejak saat itu, organisasi ini telah membuktikan diri sebagai mitra pembangunan yang konsisten. Perempuan-perempuan PWKI hadir di tengah masyarakat, bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk bekerja, mendidik, dan melayani,” tegas Bodewin.
Ia menekankan bahwa kekuatan sebuah kota sangat ditentukan oleh kekuatan keluarganya. Dan kekuatan keluarga, lanjutnya, sangat dipengaruhi oleh peran perempuan.
“Ketika perempuan kuat, maka keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat dan kota akan kuat. Karena itu, pemerintah Kota Ambon berkomitmen mendukung setiap program pemberdayaan perempuan, termasuk yang dijalankan PWKI,” katanya.
Bodewin juga mengajak PWKI untuk terus menjadi agen perubahan di tengah tantangan zaman. Ia mendorong anggota PWKI menggerakkan keluarga untuk produktif, menjaga kesehatan, dan berperan aktif dalam program ketahanan pangan dan UMKM yang sedang digalakkan pemerintah kota.
Ketua TP PKK Kota Ambon: PWKI Mitra Strategis Pemberdayaan Keluarga
Ketua TP PKK Kota Ambon Ny. Lisa Wattimena yang turut hadir menyampaikan rasa bangga atas kontribusi PWKI selama 80 tahun. Menurutnya, banyak program PWKI yang selaras dengan 10 Program Pokok PKK, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan keluarga.
“PWKI dan PKK memiliki semangat yang sama, yaitu memberdayakan perempuan agar keluarga sejahtera. Saya berharap kolaborasi ini terus diperkuat agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Lisa.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong dan pelayanan tanpa pamrih yang ditunjukkan para anggota PWKI. Menurutnya, keteladanan itu penting untuk ditularkan kepada generasi muda agar nilai-nilai pelayanan tetap hidup.
Refleksi 80 Tahun dan Harapan ke Depan
Ibadah syukur dipimpin oleh pendeta senior GPM yang dalam khotbahnya mengingatkan bahwa usia 80 tahun adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri dengan pelayanan yang semakin tekun dan relevan.
PWKI, sebagai organisasi interdenominasi, berhasil menjadi jembatan persatuan di tengah keberagaman gereja. Sifat inklusif ini membuat PWKI mampu bekerja melampaui sekat-sekat denominasi demi kepentingan perempuan dan masyarakat luas.
Ketua PWKI Cabang Kota Ambon dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk terus menjadi wadah pemberdayaan perempuan. Fokus ke depan diarahkan pada peningkatan kapasitas ekonomi perempuan, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, serta penguatan literasi digital dan kesehatan keluarga.
“Di usia 80 tahun, PWKI tidak berhenti pada seremonial. Kami ingin menjawab tantangan zaman dengan program nyata yang memberdayakan perempuan agar mandiri secara ekonomi, kuat secara iman, dan tangguh secara sosial,” ujarnya.
Komitmen Bersama untuk Pembangunan Inklusif
Perayaan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Bodewin Wattimena dan Ny. Lisa Wattimena, yang kemudian diserahkan kepada sesepuh PWKI sebagai simbol penghormatan atas pengabdian panjang.
Pemerintah Kota Ambon menyatakan siap membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan PWKI, terutama dalam program-program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga dan perempuan di tingkat kelurahan dan negeri.
“Selamat HUT ke-80 PWKI. Teruslah menjadi garam dan terang bagi bangsa ini. Pemerintah Kota Ambon akan selalu mendukung setiap langkah pengabdian yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” tutup Bodewin.
Dengan semangat _“25 April 1946 – 25 April 2026”_, PWKI meneguhkan komitmennya untuk terus melayani, memberdayakan, dan menjadi mitra pembangunan menuju Ambon yang inklusif, sejahtera, dan berkeadilan. *(









